Senin, 19 November 2012

Cobaan dari Tuhan

Mungkin raga ini sudah merasa lelah dengan kegiatan sehari-hariku selama kuliah. untuk kuliah saja, pagi-pagi sekali aku harus sudah bangun, karena jam kuliahku masuk pukul 6 pagi. belum lagi, dengan kegiatan-kegiatan di luar jadwal kuliah, seperti beberapa ukm yang saya ikuti yang. aku hanya mengikuti 2 ukm, yaitu ukm kewirausahaan (LIKM), dan ukm kebahasaan (LPB), ditambah lagi aku mengikuti salah satu kegiatan di bawah naungan jurusanku KPI yaitu Dejavu. mungkin juga, karena aku kurang manjaga pola makan. kadang telat makan, sering makan makanan yang pedas, dan jajan sembarangan.

sejak hari kamis lalu, aku memang sudah merasa kalau badanku ini sudah tidak nyaman. kepalaku sudah merasa pusing, belum lagi perutku yang kadang terasa mual-mual. "ah, mugkin ini hanya pusing biasa, besok juga akan sembuh" itu yang ada dipikiraanku saat itu. namun, hari demi hari pusing dan rasa mual itu tidak hilang juga. hingga akhirnya punggungku dibaluri dengan beberapa colekan balsem, kemudian dielus-elus oleh sebuah koin berwarna perak yang dilakukan oleh jari jemari Nesya.

keesokan harinya, tepat hari sabtu tanggal 17 November 2012 aku akan pergi kuliah lapangan ke Gunung Gede Pangrango bersama teman-teman lainnya. kondisi fisikku memang sedanh kurang fit, namun aku paksakan untuk mengikuti kegiatan itu. sampai pada akhirnya, semenjak pulang dari kegiatan tersebut, badanku benar-benar merasa down, mungkin ini adalah klimaks dari rasa sakit ini. perutku sudah tidak karuan, seperti perut ibu hamil yang sedang berkontraksi, belum lagi kepalaku yang sudah seperti dipukul-pukul dengan palu, dan tidak terlewatkan keringat yang membasahi tubuh ini seperti air hujan yang turun seperti malam kemarin.

kucoba untuk mengistirahatkan tubuh ini, berharap agar cepat pulih kembali. sudah berbagai cara kulakukan, seperti meminum beberapa macam obat, membaluri perut dan keningku dengan minyak kayu putih. sampai temanku bilang, "banyakin makan, mau gak mau niatan Allahuma paksakeun" akupun mencoba untuk banyak makan, tapi perutku seperti menolak segala sesuatu yang akan masuk ke dalam tubuh ini. seperti apa yang temanku katakan, allahuma paksakeun, aku coba makan walaupun sedikit demi sedikit daripada tidak diisi sama sekali.

alhamdulillah, hari ini tubuhku sudah mulai membaik. perutku sudah tidak mual seperti kemarin-kemarin. kepalaku sudah tidak pusing seperti sebelumnya. dan keringatpun sudah tidak terlalu membasahi badan ini. selera makanku juga sudah mulai meningkat, perutku juga sudah mulai mau menerima makanan yang aku makan.

dari kejadian ini, ada beberapa pelajaran yang dapat saya ambil. yang pertama saya harus menjaga kesehatan, kartena kesehatan itu mahal harganya. dan aku harus belajar mandiri, saat jauh dari orang tua, jangan bersikap manja.
beruntunglah aku, karena sudah mempunyai teman-teman yang memberi perhatiannya kepadaku, di saat aku jauh dengan orang tua :)
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar